
Turki melangkah maju dalam pengembangan kemampuan pertahanannya dengan menguji sistem anti-drone bergerak Korkut 25 di hadapan perwakilan dari 15 negara.
Acara tersebut mempertemukan para ahli militer dan pejabat industri, yang dapat menyaksikan langsung kinerja peralatan dalam skenario pertempuran simulasi, dengan fokus pada penetralan ancaman udara skala kecil.
Selama demonstrasi, sistem menggunakan radar AURA dengan teknologi pemindaian elektronik aktif dan jangkauan hingga 25 kilometer untuk mengidentifikasi target udara. Setelah deteksi, menara otomatis Korkut 25 mulai beroperasi, mengarahkan amunisi terprogram ATOM 25 secara presisi ke drone yang disimulasikan.
Amunisi ini dirancang untuk meledak di dekat target, melepaskan awan fragmen yang secara signifikan meningkatkan peluang mengenai sasaran. Sistem ini dilengkapi dengan sensor modern, termasuk kamera termal, penglihatan siang hari, dan pengukuran laser, serta algoritma kecerdasan buatan yang membantu dalam identifikasi dan pelacakan target.
Dengan jangkauan efektif lebih dari 1.000 meter, Korkut 25 ditujukan untuk melindungi pangkalan militer, konvoi, dan posisi strategis. Secara paralel, otoritas juga telah mengindikasikan rencana ekspansi sistem, termasuk penggunaan sasis Tatra dan produksi lokal di Republik Ceko dan Slovakia, memperluas kehadiran internasionalnya.
+ Militer Ukraina melatih pasukan AS untuk menggunakan sistem deteksi drone di Arab Saudi
Sumber: Militarnyi | Foto: X @SavunmaSanayiST | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
🔴ASELSAN, ortalığı Dron çöplüğüne döndürdü!
ASELSAN’ın yapay zekâ destekli yeni nesil hava savunma çözümlerinden KORKUT 25 Sistemi, yapılan testlerde çok sayıda İHA’yı başarıyla imha etti.
Sahada uçtan uca bir deneyim sunan atışlı testlerde systemin tüm operasyonel… pic.twitter.com/uUp3P4yofA
— SavunmaSanayiST.com (@SavunmaSanayiST) April 21, 2026
